Masih baru, masih diperbaiki di berbagai tempat... Tunggu postingan saya mengenai Safety Riding, dan perilaku orang-orang di jalan raya...
==============
Saat ini, handphone tidak hanya bisa untuk telepon, atau sms, melainkan sudah dijejali berbagai fitur entertainment dan konektivitas tinggi. Handphone menjadi suatu benda yang sangat penting, sehingga banyak orang yang kita temui semakin asyik saja mengoperasikan handphone mereka dimana saja kapan saja. Termasuk saat berkendara..!!!
Memang sudah bukan hal yang baru, kita melihat pengendara mobil atau motor, yang mengoperasikan handphone saat berkendara. Tidak hanya untuk menelepon, tapi untuk mengetik SMS...!!!
Begitu pentingkah mengetik SMS itu??
Apakah kalau kirim SMS-nya nanti, apakah anda akan rugi??
Apakah SMS itu lebih penting daripada nyawa anda dan pengguna jalan lainnya??
Menurut pandangan saya, saat mereka mengetik SMS, memang kestabilan berkendara tetap bisa dipertahankan, motor masih dapat melaju dengan mulus dan lurus, TETAPI konsentrasi pasti akan tercurah ke handphone. Konsentrasi yang terpecah itu, tentu saja menyebabkan adanya ketidaksiapan saat suatu hal yang tiba2 terjadi, seperti ada yang tiba2 keluar dari gang tanpa memperhatikan kita, secara refleks pasti akan menghindar ke kanan, namun tidak akan stabil, karena tangan kiri memegang handphone kan?! Begitu juga dengan pengendara mobil. Akibatnya, anda menyebabkan kendaraan lain kaget karena ulah anda, bisa menyebabkan kecelakaan meskipun anda tidak jatuh.
Tahukah anda, mengapa stang motor didesain memanjang kanan dan kiri? Stang motor didesain sedemikian rupa, supaya dipegang oleh KEDUA TANGAN, untuk kestabilan dan handling yang mantap. Pernahkah anda mengendarai motor secara normal di perkotaan atau di pegunungan hanya dengan tangan kanan? Hampir mustahil, karena di jalan pasti ada pengguna jalan yang lain kan, tidak mungkin jalan yang dilalui mulus kan, lalu bagaimana kita menghidupkan lampu sein? hehe...
Saya tidak melarang anda untuk SMS, namun apabila SMS tersebut penting dan harus segera dibalas, ya baiknya menepi sebentar, barulah kirim SMS. Kalau menerima telepon, ya sebaiknya juga menepi, atau bisa menggunakan handsfree. Saya pun sungguh tidak suka bila saya melihat ada yang membaca atau mengetik SMS sambil berkendara.
Kalau itu kerabat saya pasti saya tegur, tapi kalau saya tidak kenal, ya berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa.he...
Jalan milik bersama, sopan dan santunlah dijalan
Barusan lihat berita di detik.com, telah terjadi tabrakan beruntun, yaitu 6 kendaraan yang terlibat. Lokasi tabrakan di km 7 Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. Tabrakan belum lama terjadi, Senin (15/3/2010), sekitar pukul 22.15 WIB...
Menurut sumber, tidak ada korban jiwa. Mobil yang terlibat antara lain Honda City, Hyundai, dan taksi. Berdasarkan info tersebut, menurut saksi mata, para pengendara tidak dapat menjaga jarak antar kendaraan. Sebetulnya ini masalah klasik di jalan tol, jalan yang lebar, mulus, dengan kendaraan yang dapat dipacu dengan kecepatan tinggi, namun seakan tidak memperdulikan kondisi dari kepadatan lalu lintas.
Kondisi tersebut, ditambah kondisi fisik pengendara. Pada malam seperti ini, dapat dipastikan bahwa pengendara adalah seorang pekerja yang dalam kondisi tidak fit (capek bekerja), mungkin sedikit mengantuk, sehingga konsentrasi berkurang. Hal itu diperparah dengan pikiran atau keinginan untuk segera sampai di rumah (tergesa-gesa).
Akibatnya, dari 1 atau 2 kendaraan yang menjadi sumber kecelakaan, dapat berimbas pada kendaraan lain, maka sebaiknya kita sebagai pengguna jalan raya harus lebih peduli terhadap sesama pengguna jalan. Hormatilah orang lain, maka kamu akan dihormati...

