UNDER CONSTRUCTION BLOG

Posted by valsco Tuesday, March 30, 2010 0 comments

Masih baru, masih diperbaiki di berbagai tempat... Tunggu postingan saya mengenai Safety Riding, dan perilaku orang-orang di jalan raya...

==============


Waspada, ada Raja Jalanan..!!!

Posted by valsco Thursday, March 18, 2010 0 comments

***

Raja Jalanan, itu istilah saya sendiri, untuk menyebut pengendara yang merasa dirinya adalah Raja Jalanan. Anda pun pasti mengerti apa yang saya maksudkan disini. Ya, pengendara tersebut merasa bahwa dengan kemampuannya dapat melewati kerumunan pengendara lain, melaju kencang mendahului dalam celah yang sempit, meliuk-liuk licin bagai belut menghindari kendaraan di depannya dengan tujuan yang tidak jelas, bertingkah seperti pembalap di jalan raya, padahal tidak ada perlombaan, tidak ada pemenang, tidak ada hadiah, yang ada hanya membahayakan orang lain.

Mari kita diskusikan, adakah yang mengerti tujuan dari pengendara seperti itu?

Saya berpendapat, hampir tidak ada manfaat positif yang didapat, selain kesenangan dan kepuasan diri sendiri (pengendara) karena dapat menjadi yang tercepat, menjadi yang terdepan, tidak ada yang mengimbanginya, dan sebagainya. Lalu timbul pertanyaan, kalau si Raja Jalanan sudah merasa 'menang', lalu apa? Apa yang akan dilakukan selanjutnya? Apakah ada yang menyanjungnya dengan perkataan 'wah, hebat kamu brooo'?? Apakah dia sudah hebat?? Tidak, jawabku...

Lalu apa yang diakibatkan oleh si Raja Jalanan? Pengendara motor lain pasti akan kaget dengan liukan-liukannya, dan mau tidak mau harus mengalah. Pengendara motor lain yang tidak tahu apa-apa, beresiko disenggol, entah ban depan atau ban belakang. Pengendara Raja Jalanan pasti akan merusak keharmonisan lintasan jalan raya, kenyamanan yang telah dibangun antar pengendara untuk saling menghormati. Raja Jalanan datang, dia merusak, dan pengendara lain turut menanggung resiko akibat ulahnya, itukah jalanan yang seharusnya milik bersama? Selain hal kesenangan, mungkin ada yang beralasan bahwa sedang terburu-buru, entah diburu waktu, atau diburu hujan. Tapi apakah mereka sadar telah memperbesar resiko terjadinya kecelakaan?? Sepenting apapun urusannya, separah apapun buru-burunya, hendaknya tetap kalem di jalan. 

Sebetulnya, apakah sifat seperti itu tidak diperbolehkan??

Menurut pandangan saya, tindakan seperti itu sah-sah saja, asalkan sesuai dengan situasi, kondisi, dan tempat tentunya. Saya jadi teringat perkataan teman, 'Lho, wajar dong, kan pas ujian SIM aja ada rintangan buat meliuk-liuk...', kontan aja saya ketawa. Ujian SIM itu dibuat seperti itu, tujuannya adalah menguji kemampuan kita mengendalikan motor. Para Raja Jalanan sepertinya menganggap dirinya adalah pembalap (bukan PEMuda berBAdan geLAP), terinspirasi dari balapan motoGP, roadrace, dan lain-lain. Karena tidak bisa merasakan pengalaman di sirkuit, jalan raya pun dijadikan sirkuit dadakan.

Pengandara lain dianggap sebagai lawan,
lampu lalu lintas berwarna hijau dianggap sebagai lampu start balapan,
berebut untuk saling mendahului,
tapi adakah garis finishnya??

Mari, sebagai makhluk yang bermoral, dan hanya memiliki satu nyawa, pergunakanlah kendaraan dan fasilitas jalan raya dengan bijak, kendalikan ego, besarkan toleransi, murahkan kesabaran. Apabila kita menemui pengendara Raja Jalanan, lebih baik kita mengalah, biarkan dia mendahului, JANGAN DITANGGAPI, malah membuat kita rugi. Jagalah jarak aman, bersiaplah untuk yang terburuk, dan tetap waspadai Raja Jalanan...

Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan.hehe... saya hanya ingin menyampaikan,
UTAMAKAN KESELAMATAN

Sabar di jalan, damai di hati

***

Hape ohh Hape

Posted by valsco 0 comments

Hape (baca:handphone), memang sudah bukan barang asing lagi, semua kalangan sudah memiliki dan dapat mengganakan gadget ini. Sangat berbeda pada saat 15 tahun yang lalu, dimana handphone masih jarang digunakan, hanya kalangan atas saja yang memiliki. Hal tersebut dikarenakan harga handphone yang masih belum memasyarakat, harga kartu perdana dan pulsa yang mahal, juga karena dominan masyarakat masih menggunakan telepon rumah.

Saat ini, handphone tidak hanya bisa untuk telepon, atau sms, melainkan sudah dijejali berbagai fitur entertainment dan konektivitas tinggi. Handphone menjadi suatu benda yang sangat penting, sehingga banyak orang yang kita temui semakin asyik saja mengoperasikan handphone mereka dimana saja kapan saja. Termasuk saat berkendara..!!!

Memang sudah bukan hal yang baru, kita melihat pengendara mobil atau motor, yang mengoperasikan handphone saat berkendara. Tidak hanya untuk menelepon, tapi untuk mengetik SMS...!!!
Begitu pentingkah mengetik SMS itu??
Apakah kalau kirim SMS-nya nanti, apakah anda akan rugi??
Apakah SMS itu lebih penting daripada nyawa anda dan pengguna jalan lainnya??

Menurut pandangan saya, saat mereka mengetik SMS, memang kestabilan berkendara tetap bisa dipertahankan, motor masih dapat melaju dengan mulus dan lurus, TETAPI konsentrasi pasti akan tercurah ke handphone. Konsentrasi yang terpecah itu, tentu saja menyebabkan adanya ketidaksiapan saat suatu hal yang tiba2 terjadi, seperti ada yang tiba2 keluar dari gang tanpa memperhatikan kita, secara refleks pasti akan menghindar ke kanan, namun tidak akan stabil, karena tangan kiri memegang handphone kan?! Begitu juga dengan pengendara mobil. Akibatnya, anda menyebabkan kendaraan lain kaget karena ulah anda, bisa menyebabkan kecelakaan meskipun anda tidak jatuh.

Tahukah anda, mengapa stang motor didesain memanjang kanan dan kiri? Stang motor didesain sedemikian rupa, supaya dipegang oleh KEDUA TANGAN, untuk kestabilan dan handling yang mantap. Pernahkah anda mengendarai motor secara normal di perkotaan atau di pegunungan hanya dengan tangan kanan? Hampir mustahil, karena di jalan pasti ada pengguna jalan yang lain kan, tidak mungkin jalan yang dilalui mulus kan, lalu bagaimana kita menghidupkan lampu sein? hehe...

Saya tidak melarang anda untuk SMS, namun apabila SMS tersebut penting dan harus segera dibalas, ya baiknya menepi sebentar, barulah kirim SMS. Kalau menerima telepon, ya sebaiknya juga menepi, atau bisa menggunakan handsfree. Saya pun sungguh tidak suka bila saya melihat ada yang membaca atau mengetik SMS sambil berkendara.
Kalau itu kerabat saya pasti saya tegur, tapi kalau saya tidak kenal, ya berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa.he...

Jalan milik bersama, sopan dan santunlah dijalan
***

Mengapa Berwarna Merah?

Posted by valsco Wednesday, March 17, 2010 0 comments


Apakah anda tau mengapa mika lampu belakang kendaraan bermotor berwarna merah? kenapa tidak hijau, biru, atau ungu?? Berikut adalah pandangan saya, mari berdiskusi. Saya memulai dari kedua faktor, yaitu secara fisika dan secara psikologis.

Secara Fisika, cahaya warna merah adalah unsur warna yang memiliki frekuensi cahaya yang pendek, yang berbanding terbalik dengan panjang gelombang, sehingga warna merah memiliki panjang gelombang yang tinggi. Itu dalam bahasa fisika, yang artinya, cahaya merah memiliki jangkauan yang lebih jauh yang dapat dilihat oleh mata manusia. Waktu kita kecil, pasti diajarkan menghapal warna pelangi seperti ini : Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U. Urutan tersebut berdasarkan warna pelangi sesungguhnya, yang dapat terlihat oleh mata, yang berurutan dari frekuensi terkecil ke frekuensi terbesar. Lalu, darimana pelangi tersebut berasal? Yap, dari cahaya matahari yang dibiaskan oleh partikel air, biasanya air hujan. Jadi, warna pelangi tersebut berasal dari sumber cahaya, sehingga cahaya dapat diuraikan menjadi berbagai warna, sesuai dengan karakter frekuensinya. Warna merah, yang memiliki jangkauan terpanjang, membuat mata kita dapat melihat cahaya warna merah sejauh mungkin dibandingkan warna lainnya.

Secara Psikologis, warna merah adalah warna yang paling kontras apabila dibandingkan dengan warna yang lain. Kontras dalam artian warna tersebut dapat langsung dikenali sebagai warna merah secara langsung. Warna merah juga dapat diartikan sebagai unsur kewaspadaan atau sebagai peringatan, seperti warna air raksa dalam termometer, warna angka kecepatan maksimum pada speedometer, dan lain-lain. Warna merah juga memiliki arti ketegasan, sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi. Karena itu, jangan main-main dengan lampu berwarna merah.

Karena kedua faktor diatas, maka tentu kita sudah mengetahui, mengapa menggunakan warna merah. Makna yang ingin disampaikan dalam penggunaan warna merah pada lampu belakang kendaraan bermotor adalah : kita dapat mengetahui bahwa ada kendaraan di depan kita, kita harus hati-hati, dan waspada. Warna itu juga yang dipakai dalam warna pengatur lalu lintas yang mengatakan : BERHENTI.he...

Berkendaralah dengan aman dan nyaman.
***

Undang-undang no 22 tahun 2009

Posted by valsco Tuesday, March 16, 2010 0 comments

Berikut adalah file UU RI no 22 Tahun 2009, yang mengatur tentang : Lalu Lintas dan Angkutan Jalan...

Download (4shared)

Undang-undang tersebut merupakan perubahan dari UU no 14 tahun 1992, karena situasi dan kondisi lalu lintas yang sudah begitu berbeda. Di dalam undang-undang ini termasuk juga perubahan peraturan yang sempat menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat, yaitu peraturan mengenai Light On (menyalakan lampu utama di siang hari bagi sepeda motor).
Silahkan diunduh, lalu pelajarilah dengan seksama, supaya dapat menambah pengetahuan kita tentang peraturan-peraturan lalu lintas, beserta jenis-jenis hukuman atas pelanggaran lalu lintas. Semoga bermanfaat.

Tabrakan Beruntun di Tol Cikampek

Posted by valsco Monday, March 15, 2010 0 comments

Barusan lihat berita di detik.com, telah terjadi tabrakan beruntun, yaitu 6 kendaraan yang terlibat. Lokasi tabrakan di km 7 Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. Tabrakan belum lama terjadi, Senin (15/3/2010), sekitar pukul 22.15 WIB...
Menurut sumber, tidak ada korban jiwa. Mobil yang terlibat antara lain Honda City, Hyundai, dan taksi. Berdasarkan info tersebut, menurut saksi mata, para pengendara tidak dapat menjaga jarak antar kendaraan. Sebetulnya ini masalah klasik di jalan tol, jalan yang lebar, mulus, dengan kendaraan yang dapat dipacu dengan kecepatan tinggi, namun seakan tidak memperdulikan kondisi dari kepadatan lalu lintas.
Kondisi tersebut, ditambah kondisi fisik pengendara. Pada malam seperti ini, dapat dipastikan bahwa pengendara adalah seorang pekerja yang dalam kondisi tidak fit (capek bekerja), mungkin sedikit mengantuk, sehingga konsentrasi berkurang. Hal itu diperparah dengan pikiran atau keinginan untuk segera sampai di rumah (tergesa-gesa).
Akibatnya, dari 1 atau 2 kendaraan yang menjadi sumber kecelakaan, dapat berimbas pada kendaraan lain, maka sebaiknya kita sebagai pengguna jalan raya harus lebih peduli terhadap sesama pengguna jalan. Hormatilah orang lain, maka kamu akan dihormati...